Perak Pure
Balai Konservasi Borobudur (BKB) pernah meninjau peninggalan kongsi dagang Belanda Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) itu. ‘’Kami akan menyerahkan rekomendasi konservasi dan pembersihan kapal,’’ kata Sri Wahyuni, dari Balai Konservasi Borobudur ketika meninjau perahu produksi 1825 itu.
Saat memeriksa perahu itu, Sri Wahyuni didampingi Heni memungut sampel korosi dari badan perahu. Perahu itu diduga sudah lama karam di alur Sungai Bengawan Solo.
Anjarwati Sri Sajekti, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Kantor Disdik dan Kebudayaan Sragen, membetulkan BKB akan menyerahkan rekomendasi teknis penanganan perahu itu. ‘’Supaya nantinya perahu awet,’’ tuturnya.
Di samping merekomendasikan konservasi dan pembersihan kapal, BKB pun menawarkan menolong membuat desain penempatan kapal supaya terjaga keawetannya. Sedangkan Balai Pelestiaran Cagar Budaya (BPCB) Jateng mengerjakan kajian sisi sejarahnya.
Anjarwati Sri Sajekti menyatakan pihaknya yang mengundang petugas BKB tersebut untuk mengecek situasi perahu supaya BCB ikut mengasuh dengan baik. Tim BKB tersebut selanjutnya bakal membahasnya. ‘’Nanti mereka bakal kembali lagi, sambil menyerahkan rekomendasi penanganan perahu secara lebih terperinci,’’ tuturnya,
Saat memeriksa perahu VOC di Taman Tirta Sari, baru-baru ini, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mohon Kepala Disdik dan Kebudayaan Suwardi dan Kepala Bappeda dan Litbang, Tugiyono, mengerjakan penelusuran sejarah, berhubungan kelengkapan perahu kuno itu.
‘’Kabarnya perahu semacam tersebut ada dayungnya,’’ tutur Yuni.
Kalau ditemukan gambar yang cocok dengan situasi asli perahu itu, maka nanti bakal dibuatkan dayungnya. Rencananya perahu tersebut akan dimurnikan yang bakal melibatkan Komunitas Sragen Jaman Dulu.
#perakpure
Yuk cek di WWW.PERAK.CO.ID
Saat memeriksa perahu itu, Sri Wahyuni didampingi Heni memungut sampel korosi dari badan perahu. Perahu itu diduga sudah lama karam di alur Sungai Bengawan Solo.
Anjarwati Sri Sajekti, Kasi Cagar Budaya dan Permuseuman Kantor Disdik dan Kebudayaan Sragen, membetulkan BKB akan menyerahkan rekomendasi teknis penanganan perahu itu. ‘’Supaya nantinya perahu awet,’’ tuturnya.
Di samping merekomendasikan konservasi dan pembersihan kapal, BKB pun menawarkan menolong membuat desain penempatan kapal supaya terjaga keawetannya. Sedangkan Balai Pelestiaran Cagar Budaya (BPCB) Jateng mengerjakan kajian sisi sejarahnya.
Anjarwati Sri Sajekti menyatakan pihaknya yang mengundang petugas BKB tersebut untuk mengecek situasi perahu supaya BCB ikut mengasuh dengan baik. Tim BKB tersebut selanjutnya bakal membahasnya. ‘’Nanti mereka bakal kembali lagi, sambil menyerahkan rekomendasi penanganan perahu secara lebih terperinci,’’ tuturnya,
Saat memeriksa perahu VOC di Taman Tirta Sari, baru-baru ini, Bupati Sragen, Kusdinar Untung Yuni Sukowati, mohon Kepala Disdik dan Kebudayaan Suwardi dan Kepala Bappeda dan Litbang, Tugiyono, mengerjakan penelusuran sejarah, berhubungan kelengkapan perahu kuno itu.
‘’Kabarnya perahu semacam tersebut ada dayungnya,’’ tutur Yuni.
Kalau ditemukan gambar yang cocok dengan situasi asli perahu itu, maka nanti bakal dibuatkan dayungnya. Rencananya perahu tersebut akan dimurnikan yang bakal melibatkan Komunitas Sragen Jaman Dulu.
#perakpure
Yuk cek di WWW.PERAK.CO.ID

Comments
Post a Comment