Perak Pure
Logam Perak Mulia
Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, harga perak naik mengekor harga emas. Sebab, selain faedah utamanya sebagai logam industri, perak juga dipakai sebagai barang tersier, perhiasan, dan ada pun yang menyimpannya sebagai batangan.
Namun perak bukanlah safe haven sampai-sampai harganya tidak dapat melambung tinggi laksana emas. Sebagai perbandingan, Selasa (25/6) pukul 16.56 WIB, harga emas untuk ekspedisi Agustus 2019 di Commodity Exchange sedang di level US$ 1.428,86 per ons troi atau menguat 0,64%. Harga emas ini adalahharga tertinggi dalam 15 bulan terakhir.
Sementara, harga perak belum ke arah level tertingginya. Secara year to date (ytd), harga perak melemah 1,5%. Namun, Suluh bilang, harga perak ingin stabil, karena level psikologisnya di US$ 14-US$ 16 per ons troi.
Harga perak pun mendapat suntikan fundamental. Silver Exghange-Traded Fund (ETF) mengadukan pada periode Mei 2019 telah menambah kepemilikan perak sejumlah 4,78 juta ons troi.
Di sisi lain, ekonomi China sebagai ekportir dan importir perak sedang loyo. Berdasarkan rilis data Manager Index (PMI) yang dibentuk Caixin Markit guna Mei 2019 sedang di level 52,7, lebih rendah dari April 2019 sebesar 54,5.
Angka indeks manufaktur China per Mei 2019 tersebut pun adalahyang terendah sekitar tiga bulan terakhir. Dalam indeks tersebut, angka indeks di atas 50 menggambarkan pertumbuhan alias ekspansi. Sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi.
Selanjutnya, nasib harga logam industri akan ditentukan hasil pertemuan negosiasi perniagaan Amerika Serikat (AS)-China dalam rapat G20 akhir pekan ini. Berbagai spekulasi muncul, andai kedua negara Adidaya tersebut sepakat atau paling tidak menyerahkan sinyal peradaban pembicaraan, maka outlook ekonomi China bakal membaik. Pun sebaliknya.
Artinya, bila memancarkan sinyal positif, maka harga logam industri akan lebih baik. Namun, eksklusif emas, bila ada peradaban dalam solusi sengketa dagang AS-China, belum tentu menciptakan harganya membaik. Ada kesempatan emas ditinggalkan sebaik safe haven. “Perak tetap linier mengekor emas, namun persentasenya berbeda,”
Secara teknikal, Suluh meneliti indikator moving average (MA) 5, MA 100, dan MA 200 bergerak di atas garis dan terjadi crossing yang mengindikasikan akan bullish. Selanjutnya, moving average convergance divergence (MACD) merasakan tren gelombang kenaikkan yang menandakan rally agak mundur dengan potensi turun yang masih terbuka,
Suluh merekomendasikan buy on resistance guna perak. Ia memperkirakan harga perak akan berkutat di rentang support US$ 14,80-US$ 15,20 per ons troi dan resistance antara US$ 15,80-US$ 16,20 per ons troi.
#perakpure #perakpure #perakpure #perakpure #perakpure #perakpure #perakpure v #perakpure
Yuk Cek harga Nya Lebih Lanjut di WWW.PERAK.CO.ID
Logam Perak Mulia
Analis Maxco Futures Suluh Adil Wicaksono mengatakan, harga perak naik mengekor harga emas. Sebab, selain faedah utamanya sebagai logam industri, perak juga dipakai sebagai barang tersier, perhiasan, dan ada pun yang menyimpannya sebagai batangan.
Namun perak bukanlah safe haven sampai-sampai harganya tidak dapat melambung tinggi laksana emas. Sebagai perbandingan, Selasa (25/6) pukul 16.56 WIB, harga emas untuk ekspedisi Agustus 2019 di Commodity Exchange sedang di level US$ 1.428,86 per ons troi atau menguat 0,64%. Harga emas ini adalahharga tertinggi dalam 15 bulan terakhir.
Sementara, harga perak belum ke arah level tertingginya. Secara year to date (ytd), harga perak melemah 1,5%. Namun, Suluh bilang, harga perak ingin stabil, karena level psikologisnya di US$ 14-US$ 16 per ons troi.
Harga perak pun mendapat suntikan fundamental. Silver Exghange-Traded Fund (ETF) mengadukan pada periode Mei 2019 telah menambah kepemilikan perak sejumlah 4,78 juta ons troi.
Di sisi lain, ekonomi China sebagai ekportir dan importir perak sedang loyo. Berdasarkan rilis data Manager Index (PMI) yang dibentuk Caixin Markit guna Mei 2019 sedang di level 52,7, lebih rendah dari April 2019 sebesar 54,5.
Angka indeks manufaktur China per Mei 2019 tersebut pun adalahyang terendah sekitar tiga bulan terakhir. Dalam indeks tersebut, angka indeks di atas 50 menggambarkan pertumbuhan alias ekspansi. Sedangkan angka di bawah 50 menandakan kontraksi.
Selanjutnya, nasib harga logam industri akan ditentukan hasil pertemuan negosiasi perniagaan Amerika Serikat (AS)-China dalam rapat G20 akhir pekan ini. Berbagai spekulasi muncul, andai kedua negara Adidaya tersebut sepakat atau paling tidak menyerahkan sinyal peradaban pembicaraan, maka outlook ekonomi China bakal membaik. Pun sebaliknya.
Artinya, bila memancarkan sinyal positif, maka harga logam industri akan lebih baik. Namun, eksklusif emas, bila ada peradaban dalam solusi sengketa dagang AS-China, belum tentu menciptakan harganya membaik. Ada kesempatan emas ditinggalkan sebaik safe haven. “Perak tetap linier mengekor emas, namun persentasenya berbeda,”
Secara teknikal, Suluh meneliti indikator moving average (MA) 5, MA 100, dan MA 200 bergerak di atas garis dan terjadi crossing yang mengindikasikan akan bullish. Selanjutnya, moving average convergance divergence (MACD) merasakan tren gelombang kenaikkan yang menandakan rally agak mundur dengan potensi turun yang masih terbuka,
Suluh merekomendasikan buy on resistance guna perak. Ia memperkirakan harga perak akan berkutat di rentang support US$ 14,80-US$ 15,20 per ons troi dan resistance antara US$ 15,80-US$ 16,20 per ons troi.
#perakpure #perakpure #perakpure #perakpure #perakpure #perakpure #perakpure v #perakpure
Yuk Cek harga Nya Lebih Lanjut di WWW.PERAK.CO.ID

Comments
Post a Comment